Aku Biru

Betapa kau tak akan mempercayai….

Ya kau tak kan percaya.

Tak kurasakan kau percaya pada ku, ku tahu dari mimik wajah, bola mata dan gerak bibirmu.

Sahabat, ku tahu polah engkau…

Walaupun kau sempat merasakannya sendiri dengan kepala dan hatimu yang kau letakkan dikepala pula

Kau tak kan pernah percaya bahwa semudah ini aku telah kembali pada jalanku. Jalan biruku.

Ku tahu engkau kawan, kau memendam rasa iba padaku. Tak perlulah kau demikian, walau rasa ibamu sedikit menghiburku. Tapi aku lelaki kawan, tak gentar hatiku akan seorang wanita.

Ya wanita. Wanita. Wanita. Wanita. Wanita

Baiklah baiklah aku tak kan menyangkal lagi, aku lemah dan lelah karenanya, wanita.

Namun apa kau percaya kawan? Ya ku tahu kau tak kan percaya. Hilangkanlah ibamu barang sejenak saat aku bercerita padamu, hilangkanlah ibamu agar leluasanya aku berkabar.

Walau ibamu, ya ibamu, iba-mu kau tak merubah masa lalu kawan,biarlah aku berkabar agar kau percayai.

Jalan biruku telah kembali. Percayailah!

Gian Wilda Satria

Soreang, 19 Maret 2007

Pkl. 20.00 wib

Tinggalkan komentar