Diproteksi: message

11 09 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:






Diproteksi: pelangi samar

11 09 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:






Diproteksi: saat kau sakit

8 09 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:






Aku Hanya Ingin Ia Tahu…

28 11 2008

tadi aku sudah bicara padanya.
tantang semua kenanganku, tentang dirinya.
saat ini emosiku sudah reda, dan lagi-lagi pada saat begini aku mulai menyesali semuanya, sikapku padanya.
aku hanya ingin ia tahu, bahwa aku selalu ada untuknya. dan aku ingin sekali ia tahu bahwa aku ingin menjadi orang yang sangat ia percaya untuk menjaga senyumnya hingga ia tak lagi ragu untuk membagi semua bebannya padaku. karena cemasnya yang tak aku ketahui, adalah hukuman atas kelemahanku yang tak dapat membuatnya seutuhnya mempercayaiku, atau mungkin lebih sederhana, ia takut untuk membagi beban denganku.
apa pun yang ia pikirkan, aku hanya ingin ia tahu aku rindu saat kita saling bercerita panjang menghabiskan waktu. bercerita semuanya.





Aku Ingin Tidur!

28 11 2008

hari ini, malam ini tak seperti yang biasa aku rasakan. sejak beberapa hari kemarin aku sangat sulit untuk tidur, tapi hari ini berbeda. beban begitu menanggung di pundakku, dan suatu perasaan dari dalam hatiku berkata, apakah ini titik balikku?
ku coba untuk memejamkan mata, mencoba untuk tidur. 2 butir obat flu aku minum sekaligus karena mataku tak dapat konsisten terpejam. malam ini aku memikirkan dia yang saat ini entah sedang tertidur pulas atau merasakan seperti apa yang terjadi padaku sekarang. kecemasan ini. kangen ini.
saat ini tak kutemukan ujung pangkal dari apa yang aku pikirkan. entah mengapa, semuanya mengalir begitu saja. tapi tak dapat kubilang semuanya irasionil dan tak berdasar, aku yakin semua ini tumbuh dari sesuatu yang kecil dan sekaranglah saatnya semuanya meluap.
jujur aku sering cemas padanya, semakin ku kenal dia semakin cemas yang aku rasakan. sering aku menilainya, jauh dari aku kenal dia dulu. aku tahu tak seharusnya aku demikian, dan memang sangat menyakitkan bila kita menilai dari apa yang sebenarnya tak ingin kita nilai.
akankah aku berhenti menilainya suatu saat? aku tak tahu, yang pasti sekarang aku ingin tidur.

Bandung, 27 November 2008





Diproteksi: jalanan sunyi

8 09 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:






Menanti Sebuah Jawaban

8 09 2008

aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh jiwamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku telah terpagut oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu

Sepenuhnya aku ingin memelukmu
mendekap penuh harapan
Tuk mencintaimu
Setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban
Tuk memilikimu

Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tahu isi hatiku
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh jiwamu

Menanti sebuah jawaban

Lyric by Padi





Diproteksi: koridor

7 09 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:






Kosong

7 09 2008

Sunday, August 31, 2008

1:34 PM

Kosong

Dunia tertawa

Hariku berat, tak dapat kuraih talinya

Menggantung

Kutekan huruf tanpa urutan

Tak jelas

Mencoba mengisi kekosongan

Sepertinya aku bosan





Diproteksi: Diskon

7 09 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini: